Sekolah Kaldera Batch 1 – Part 3

Berita dan Acara

Sekolah Kaldera Batch 1 – Part 3

Sekolah Kaldera Batch 1 – Part 3

Administrator 30 September 2025 61 Views

Sekolah Kaldera Batch 1 – Part 3: Menapaki Jejak Bumi yang Pernah Menyala 

Belajar tentang gunung api tidak selalu dilakukan melalui buku dan ruang kelas. Dalam kegiatan Sekolah Kaldera Batch 1 – Part 3, para peserta diajak menyelami langsung jejak-jejak bumi yang pernah menyala, membaca sejarah alam dari lapisan batuan, aliran lahar, hingga sisa-sisa erupsi yang masih menyimpan cerita ribuan tahun lalu.

Perjalanan edukatif ini dimulai di Desa Kerang. Di lokasi tersebut, para peserta melakukan pengamatan singkapan batuan sambil menggambar sketsa lapangan. Setiap garis yang mereka buat bukan sekadar gambar, melainkan cara untuk merekam jejak aktivitas vulkanik yang telah membatu oleh waktu. Dari tekstur batu hingga susunan lapisan, alam menghadirkan pelajaran nyata tentang bagaimana gunung api membentuk lanskap kehidupan.

Kegiatan kemudian berlanjut ke Jebung. Di antara batu bata kuno yang tersebar di kawasan tersebut, tersimpan kisah panjang tentang erupsi masa silam. Para peserta mempelajari dimensi, posisi, dan karakter material yang ditemukan di lapangan. Perlahan, mereka memahami bahwa setiap fragmen batu dan tanah memiliki bahasa tersendiri—bahasa alam yang menceritakan dinamika bumi dari masa ke masa.

Perjalanan berikutnya membawa peserta menuju Lajer Pote, Desa Sulek. Kawasan ini menjadi ruang belajar untuk memahami lahar dan bahayanya. Aliran material vulkanik yang dahulu bergerak deras kini dipelajari melalui perhitungan kecepatan dan karakter alirannya. Dari sana, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan ilmiah, tetapi juga kesadaran pentingnya mitigasi dan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam.

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi evaluasi dan refleksi bersama. Momen ini menjadi ruang untuk merangkum pengalaman, pengetahuan, dan pemahaman yang diperoleh selama kegiatan berlangsung.

Sekolah Kaldera Batch 1 pun menorehkan akhir yang bermakna. Para peserta tidak hanya belajar tentang gunung api dari teori dan cerita, tetapi juga merasakan langsung denyut bumi yang nyata—membaca alam, memahami sejarahnya, dan menumbuhkan kesadaran untuk hidup berdampingan dengan kekuatan alam secara bijaksana. 

Go To Top