Geosite Taman Batu So’on Solor terletak di Desa Solor, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso. Batuan penyusun Geosite Taman Batu So’on Solor memiliki unsur keunggulan Geologi jika dilihat dari aspek Morfologi yaitu terbentuk akibat faktor Erosi, struktur kekar atau rekahan, dan aspek tekstur batuan sehingga menghasilkan bentuk batuan bersusun yang lebih dikenal dengan sebutan Batu So’on oleh masyarakat setempat. Aspek Morfologi Kwarter terbentuk karena kontrol Eksogen dan Endogen. Selain hal tersebut, juga disebabkan oleh faktor erosi, struktur kekar/ rekahan, dan aspek tekstur batuan. Kesan batu bersusun disebabkan oleh perbedaan tekstur batuan penyusun dari kompaksi maupun pengerasan. Sedangkan proses yang menyebabkan batu-batu bersusun pada Geosite Taman Batu So’on Solor terpisah antar satu dengan yang lain disebabkan oleh kontrol struktur kekar yang relatif intensif.
Batuan penyusun Geosite
Taman Batu So’on Solor termasuk Satuan Batuan Gunung Api Ijen Tua berumur Kwarter, Plistosen yang
tersusun oleh Breksi Gunung Api, Breksi Batu Apung, Tuff, dan Lava. Penampakan batu
bersusun yang terhampar di kawasan Geosite Taman Batu So’on Solor terjadi
akibat struktur lapisan batuan selang seling. Berdasarkan pengamatan di Citra Satelit, baik
dari ASRI Argis Imagery, maupun Google Earth, oreintasi arah Geosite Taman Batu
So’on Solor cenderung mengikuti karakteristik
pola aliran sungai Radial Gunung Api dengan hilir sumber aliran Kaldera
Ijen yang berarah Utara Barat Laut – Selatan Tenggara. Sehingga kecenderungan kontrol
pengikisan akibat pola aliran sungai yang sudah berjalan ratusan ribu tahun
membuat arah orientasi tersebut.