Pulau Merah merupakan
sea-stacks yang terdapat sekitar 200 m dari pinggir pantai yang berpasir putih.
Ketika laut surut, paparan berbatu dan berpasir yang ditutupi oleh rumput laut
berwarna hijau menghubungkan pulau ini dengan daratan utama. Pulau Merah
menyingkapkan batuan beku jenis diorit atau granodiorit yang mengalami ubahan (alterasi)
dan terkekarkan kuat. Sebagai tubuh terobosan, batuan dipotong oleh urat-urat
kuarsa yang mengandung mineral bijih khususnya pirit. Mineral sulfida bijih ini
juga tersebar di dalam batuan induk dalam bentuk butiran berukuran halus.
Daerah ini masih satu jalur magmatic selatan, namun fitur yang dijumpai disini
merupakan masa depan ijen beberapa juta tahun lagi dimana proses mineralisasi
gunung ijen terus terjadi. Apabila dikaithubungkan pulau merah merupakan
fossil dari gunung ijen.