Pantai Plengkung di
bagian selatan Taman Nasional Alas Purwo, di Semenanjung Blambangan,
menyingkapkan batu gamping berwarna coklat muda berukuran sangat kasar hingga
kasar. Kalsirudit yang terdapat di bagian bawah runtunan singkapan banyak
mengandung cangkang moluska dan pecahan koral. Sedang batu gamping yang
berukuran pasir (kalkarenit) mengandung foraminifera plankton dan bentos.
Batugamping ini merupakan penyusun bentang alam karst di Semenanjung Blambangan
yang berumur Neogen, yang dikenal dengan Formasi Punung. Proses karstifikasi di
permukaan batu gamping yang terkekarkan membentuk bangun lapies atau karren.
Abrasi pada tebing batu gamping menghasilkan sea-level notches yang
mempunyai ketinggian antara 1,5-2 m dari rata-rata muka laut. Di kejauhan, di
sebelah utara, dapat diamati adanya 3 deretan undak-pantai. Kehadiran
undak-undak pantai itu menunjukkan masih aktifnya pengangkatan tektonik di
bagian selatan Pulau Jawa. Pantai Plengkung di daerah Banyuwangi ini dikenal
dengan ombaknya tingginya yang berlapis-lapis sehingga menjadi lokasi
berselancar yang sangat terkenal secara internasional.