Teluk Pangpang yang
diapit oleh daratan utama Banyuwangi di sebelah barat dan bagian paling utara
Semenanjung Blambangan di timur memisahkan dua satuan batuan yang
berbeda.Satuan batuan di sebelah barat teluk dikuasai oleh Formasi Kalibaru
yang berumur Kuarter, sedang daerah di timur teluk disusun oleh batugamping
Neogen Formasi Punung. Di pantai barat Tanjung Sembulungan, pada saat air
laut surut, tersingkap batuan gunungapi yang diwakili oleh lava basalt
berwarna kelabu kehitaman. Litologi ini diduga sebagai lava dari kegunungapian
tua , yang tersingkap sebagai “jendela” dan ditutupi oleh endapan batu gamping
Neogen secara genang laut (transgresif). Kartifikasi-awal di permukaan
batugamping berbutir kasar (kalkarenit) menghasilkan bentukan lapies atau
karren. Hasil analisis petrografi dari percontoh batu gamping yang dikumpulkan
akan memperkaya informasi Formasi Punung yang berumur Neogen. Lokasi ini juga
menjadi situs sejarah Perang Dunia II, di mana tentara Jepang yang melawan
Sekutu selain membangun bunker juga memfasilitasi benteng pertahanan ini dengan
beberapa meriam. Meriam-meriam berbobot lebih dari 5 ton terdapat di lereng
perbukitan yang menghadap ke laut.