Biosite

HUTAN GEO SUKAMADE

Geoforest ini merupakan habitat flora-fauna spesifik yang teradaptasi pada bentukan geologi batuan dan abu vulkanik gunung api purba membentang dari pesisir pantai yang kering dan basah ke arah Hutan Hujan Dataran Rendah Sukamade. Kawasan Pantai Geoforest Sukamade ini berbatasan langsung dengan Samudera Hindia dan merupakan teluk yang terbentuk akibat erosi lereng gunung api purba. Topografi pantai yang landai dengan hamparan pasir yang luas dan masih alami memungkinkan bagi empat jenis penyu dari tujuh jenis yang ada di dunia untuk mendarat dan bertelur. Keempat jenis tersebut antara lain:


1.    Penyu Hijau (Chelonia mydas)  


2. Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata)


3. Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea), dan


4. Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea)


Selain itu pantai berpasir ini juga merupakan habitat yang sesuai untuk vegetasi pantai kering jenis rerumputan seperti Tapak Kuda (Ipomea pescaprae) dan lain sebagainya. Perakaran vegetasi tersebut merupakan kamuflase yang baik untuk menyembunyikan telur-telur penyu dari predator lokal seperti Biawak (Varanus salvator) dan Babi hutan (Sus scrofa).

 

Pada sisi timur yang masih dipengaruhi pasang surut air laut ditumbuhi Nipah (Nypa fruticans) yang berasosiasi dengan mangrove Perepat (Sonneratia caseolaris). Keberadaan jenis-jenis flora dan fauna unik ini banyak menarik minat turis maupun masyarakat luas untuk tujuan edukasi, refreshing, maupun penelitian konservasi.

 

    Di sebelah barat Sukomade ditemukan Tetrastigma sp.  yang tumbuh baik di atas batuan vulkanik purba merupakan inang bagi bunga  Rafflesia zollingeriana Kds.. Jenis ini merupakan satu-satunya di dunia yang ditemukan di kawasan TN Meru betiri dengan status endangered serta dapat menghasilkan biji tanpa melalui proses penyerbukan, yaitu yang disebut agamospermy. 

     

Diversifikasi flora di Sukomade ini menjadi habitat beberapa avifauna dan mamalia yang hanya ditemukan di Indonesia seperti Ciung-air Jawa (Macronous flavicollis), Burung-madu Jawa (Aethopyga mystacalis), Banteng (Bos javanicus), Lutung Jawa (Trachypithecus auratus), dan Kukang Jawa  (Nycticebus javanicus). Keberadaan fauna tersebut menarik top predator, seperti Macan tutul (Panthera pardus melas) dan Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) yang endemik Indonesia (Syarief dkk, 2018, Balai TNMB, 2018). Hal yang juga menjadi perhatian sampai sekarang adalah laporan punahnya salah satu top predator di pulau Jawa, yaitu Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica), yang pada tahun 1972 disebutkan terdapat di kawasan ini yang termasuk bagian dari Taman Nasional Meru Betiri. Kemudian di tahun 1990, beberapa peneliti menyebutkan spesies ini sudah punah. Tetapi sampai sekarang, beberapa masyarakat lokal menyebutkan masih melihat keberadaan top karnivor endemik ini, namun belum adanya bukti ilmiah membuat keberadaan spesies ini masih menjadi misteri.

        Pantai Sukomade ini berjarak 90 km dari pusat kota dan 60 km dari bandara Banyuwangi. Akses perjalanan dapat ditempuh menggunakan kendaraan pada umumnya hingga Desa Sarongan, kemudian berganti kendaraan menggunakan Jeep yang sudah disediakan oleh pengelola karena medan sangat terjal dan menyeberangi sungai.

Gambar Unggulan

Gambar Lokasi

Copyright © Geopark Ijen All rights reserved